Kurang Lebih Ada 6 Penyebab Susah Buang Air Besar (BAB) - Obat Wasir Herbal Ambejoss

Latest

Senin, 19 Juni 2017

Kurang Lebih Ada 6 Penyebab Susah Buang Air Besar (BAB)

Kurangnya pengetahuan mengenail hal ini dan sulit diketahui penyebab yang pasti, banyak orang yang mengalami kesulitan saat buang air besar (BAB). Namun, umumnya terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Anda kesulitan BAB atau konstipasi salah satunya seperti pola makan yang buruk, kehamilan, suka menunda BAB, pengaruh obat-obatan atau karena kesehatan tertentu.

Konstipasi atau susah buang air besar (sembelit) biasanya terjadi ketika frekuensi BAB mejadi tidak teratur atau kurang. Pada dasarnya frekuensi buang air besar setiap orang berbeda-beda, tidak ada patokan yang pasti mengenai berapa kali normalnya buang air besar dalam sehari atau seminggu. Sebagian orang buang air besar sebanyak 1-2 kali seminggu, sebagian lainya ada yang buang air besar 3 kali sehari. Namun perlu Anda tahu, biasanya tinja akan keras dan lebih sulit dikeluarkan jika Anda tidak buang air besar selama 3 hari lebih. Sedangkan normalnya, seseorang buang air besar itu sehari 1-2 kali.

Kurang Lebih Ada 6 Penyebab Susah Buang Air Besar (BAB)


6 Faktor Penyebab Sulit Buang Air Besar


Pola Makan yang Buruk

Kekurangan serat buah-buahan, sayur-sayuran, dan sereal, serta kekurangan cairan dapat memicu konstipasi. Selain itu, perubahan pola makan dan terlalu banyak mengonsumsi produk susu juga bisa menyebabkan susah buang air besar. Di samping itu, gangguan makan juga ikut berkontribusi terhadap terjadinya konstipasi. Orang yang memiliki berat badan yang tidak ideal, seperti terlalu kurus atau terlalu gemuk, juga bisa mengundang konstipasi.

Pola Makan Buruk Penyebab Susah BAB


Kehamilan

Sekitar 40 persen wanita hamil mengalami konstipasi selama kehamilan, terutama pada periode awal kehamilan. Konstipasi dapat dialami ibu hamil karena selama kehamilan, tubuh memproduksi lebih banyak hormon progesteron yang efeknya dapat mengendurkan otot sehingga menyulitkan otot usus untuk berkontraksi. Sebagai akibatnya, ibu hamil kesulitan untuk buang air besar.

Kehamilan Bisa Menyebabkan Susah BAB


Menunda Buang Air Besar

Sering kali anak-anak maupun orang dewasa memiliki keengganan pergi ke toilet untuk buang air besar, entah karena alasan takut, malu, tidak memiliki privasi untuk menggunakan toilet, atau berbagai alasan lain. Namun, menunda-nunda untuk buang air besar ketika ada desakan untuk melakukannya, justru berisiko mengundang konstipasi. Dengan kata lain, bersegeralah dalam menjawab panggilan alam ini.

Menunda BAB Bisa Menyebabkan Sembelit


Pengaruh Obat-obatan

Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan efek samping berupa susah buang air besar. Obat-obatan tersebut bisa meliputi suplemen kalsium, suplemen zat besi, obat antiepilepsi, antidepresan, antipsikotik, obat-obatan diuretik, serta obat pereda nyeri yang bisa kemungkinan bersifat candu, seperti kodein dan morfin. Selain itu, obat untuk mengatasi gangguan pencernaan, seperti alumunium antasida, dapat menimbulkan konstipasi juga.

Pengaruh Obat-obatan Bisa Menyebabkan Sembelit


Memiliki Kondisi Kesehatan Tertentu

Pada kasus yang jarang terjadi, kesulitan untuk buang air besar bisa dianggap pertanda adanya kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sindrom iritasi usus besar, hiperkalsemia atau kelebihan kalsium dalam darah, kelenjar tiroid yang kurang aktif, multiple sclerosis, penyakit parkinson, fisura anal, penyakit peradangan usus, kanker usus besar atau dubur, atau cedera saraf tulang belakang.

Penyebab Susah Buang Air Besar


Faktor-faktor Psikologis

Kesulitan buang air besar bisa terjadi pada mereka yang memiliki masalah psikis, seperti stres, kecemasan, depresi, trauma kekerasan, atau pelecehan seksual. 

Faktor Penyebab Susah Buang Air Besar


Cara Menangani Susah Buang Air Besar


Faktor utama penyebab susahnya buang air besar setiap orang biasanya bervariasi, begitun mengenai langkah penanganan akan tergantung pada penyebab dan seberapa parah kondisi yang Anda alami. Namun, secara umumkonstipasi bisa ditangani dengan mengubah gaya hidup, seperti berikut.
  • Cukupi kebutuhan air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Perbanyak mengonsumsi serat, setidaknya 18-30 gram per hari. Serat bisa didapat dari buah-buahan, sayuran, ataupun sereal.
  • Anda dapat mengonsumsi obat penghilang nyeri, seperti parasetamol atau aspirin bila konstipasi sudah menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Namun, anak berusia di bawah 16 tahun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi aspirin.
  • Ketika buang air besar di toilet duduk, posisikan kaki di bangku rendah supaya lutut berada di atas pinggang. Posisi ini membuat kotoran lebih mudah keluar.
  • Lakukan lebih banyak olahraga. Sesederhana berjalan kaki atau berlari ringan sudah cukup, asalkan dilakukan secara rutin.
  • Terapkan rutinitas buang air besar ke toilet, misalnya kapan dan di toilet mana Anda nyaman untuk buang air besar. Penerapan rutinitas ini juga perlu dilakukan untuk anak Anda. Bantu anak untuk membiasakan diri dengan aktivitas ini dan berikan pujian atau penghargaan bila anak telah melakukannya.
  • Jangan menunda untuk buang air besar ketika merasa butuh dan mendesak untuk melakukannya.
  • Bila konstipasi terjadi pada anak, berikan buah-buahan untuk memperlancar buang air besar, seperti stroberi, apel, anggur, pir, atau kismis. Buah-buahan ini juga bisa diberikan untuk orang dewasa.
Apabila dengan mengubah gaya hidup belum berhasil, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan pencahar untuk Anda. Bagi ibu hamil yang mengalami konstipasi, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun.